Pahami Gairah Industri Kreatif di Indonesia

Industri kreatif dan budaya menjadi industri pilar baru di Indonesia dan telah berkontribusi signifikan terhadap kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan sosial negara.

 

Data menunjukkan bahwa kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan termakmur untuk industri kreatif dan budaya (total pemasukan senilai USD 743 miliar), diikuti oleh Eropa (total pemasukan senilai USD 709 miliar), Amerika Utara (total pemasukan senilai USD 620 miliar), Amerika Latin (total pemasukan senilai USD 124 miliar) dan Afrika serta Timur Tengah (total pemasukan senilai USD 58 miliar).

Industri kreatif siap menjadi penggerak ekonomi baru di Indonesia melalui insentif dan dukungan seperti sains dan kawasan teknologi serta keterlibatan pameran internasional yang diselenggarakan pemerintah.

Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan regulasi baru untuk menyederhanakan proses serta persyaratan yang wajib dipenuhi investor yang ingin berinvestasi di sektor ini.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan penjelasan lebih detail tentang industri kreatif di Indonesia.

Dukungan Pemerintah

Menurut prediksi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia BEKRAF, industri kreatif di Indonesia mencapai rekor baru yang tinggi pada 2018. BEKRAF bahkan memiliki ekspektasi pelonjakan 12% dalam PDB, 10% peningkatan dalam ekspor dan 13% kenaikan dalam ketenagakerjaan (sekitar 16,7 juta pekerja), yang merupakan kontribusi dari industri kreatif pada 2019.

 

Untuk mencapai target ini, setidaknya lima kawasan teknologi di Bandung, Semarang, Denpasar, Batam dan Makassar telah dikembangkan oleh Kementerian Industri.

Perkembangan ekonomi digital telah memengaruhi beberapa industri tradisional seperti media cetak dan toko bata dan mortar, tetapi ekonomi digital telah menyuntikkan vitalitas ke dalam industri yang lebih relevan di Indonesia.

Selain itu, BEKRAF telah melibatkan Intel, Nielson dan PwC, yang merupakan agensi riset kelas dunia, untuk menganalisis industri kreatif lokal dan menemukan area-area yang memerlukan perbaikan.

Untuk mendukung investasi asing, BEKRAF juga memiliki kerangka kerja bernama Tingkat Kesiapan Investasi untuk beberapa subsektor yang telah dijelaskan sebelumnya. Investor dapat menggunakannya sebagai tolok ukur atau referensi untuk menilai kesiapan investasi saat menginvestasikan modal ke dalam sektor kreatif tertentu yang menarik untuk mereka.

Keberagaman Industri Kreatif di Indonesia

Industri kreatif di Indonesia sangat beragam dan dapat dibedakan menjadi 16 kategori:

arsitektur, pengembangan aplikasi dan gim, desain produk, desain interior, fesyen, film, desain komunikasi visual, animasi, fotografi, sinema, publikasi, seni rupa, televisi dan radio serta seni pertunjukan.

E-commerce: Salah Satu Sektor Kreatif Terpenting

E-commerce telah menjadi segmen retail penting di Indonesia sebagai bagian dari sektor kreatif. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi di e-commerce tercatat sebesar USD 27 juta.  

 

Banyak investor asing menaruh minat pada para pemain e-commerce yang bermunculan di Indonesia karena potensi pertumbuhan yang tidak dapat disangkal.

Beberapa pemain e-commerce besar di Indonesia adalah Lazada.com, MatahariMall.com dan Tokopedia.com.

Mentransformasi Bisnis Tradisional

Walaupun terlihat adanya pertumbuhan tak terhentikan dari industri kreatif, pemerintah Indonesia bekerja keras untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional sebagai bentuk perlindungan.

 

Pada 2015, pemerintah Indonesia bahkan mengalokasikan dana sebesar IDR 997 miliar untuk revitalisasi 1.0002 bisnis tradisional dengan setiap pasar menerima antara IDR 2 miliar dan IDR 20 miliar. Dari inisiatif ini, jelas bahwa perkembangan industri kreatif di Indonesia tidak dapat dihentikan.

Kesimpulan

Industri kreatif di Indonesia menawarkan potensi besar-besaran bagi para investor dari berbagai belahan dunia. Inisiatif pemerintah yang ekstensif juga menciptakan fondasi solid untuk sektor-sektor tertentu ini, dan investasi asing sangat disambut.

 

Hubungi Cekindo untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang batasan kepemilikan asing di Indonesia, dan mulai jalankan perusahaan yang bergerak di salah satu industri kreatif di Indonesia. Kami dapat membantu Anda.

Anda ingin mendapatkan konten terbaik?
Subscribe ke newsletter kami!