Bagaimana Menjadi Digital Nomad di Bali

Bali menduduki posisi puncak sebagai salah satu destinasi terpopuler bagi digital nomad, dan alasannya cukup sederhana. Pulau ini bukan hanya memiliki keindahan memesona serta penduduk lokal yang ramah dan budaya yang unik, tetapi Bali juga menawarkan para digital nomad gaya hidup yang menarik, banyak sumber daya untuk membantu pekerjaan dan kehidupan yang tidak mahal. Bagi kebanyakan orang asing, Bali adalah negara terbaik untuk menjalani hidup sebagai digital nomad. 

Artikel ini menjabarkan segala yang perlu Anda tahu tentang hidup sebagai digital nomad di Bali, mulai tempat tinggal, tempat bersenang-senang hingga ruang co-working. Segalanya kami sajikan dalam artikel ini. 

Tempat Terbaik untuk Tinggal di Bali sebagai Digital Nomad

Akomodasi di Bali cukup murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Anda dapat menemukan banyak tempat tinggal di hampir seluruh bagian di pulau ini, seperti Canggu dan Ubud. Bagi orang asing, Anda dapat menyewa atau membeli properti di Bali, tetapi tentunya ada sistem hukum yang harus Anda patuhi. Sistemnya pun berbeda untuk penyewaan dan pembelian properti. 

Menyewa Properti di Bali

Cara termudah bagi digital nomad untuk memiliki tempat tinggal di Bali adalah dengan menyewa properti. Meski sederhana, ada beberapa risiko potensial. Anda harus memahami hak-hak Anda sebagai penyewa agar terhindar dari masalah hukum yang mungkin timbul. Anda dapat menandatangani perjanjian sewa sebagai bukan penduduk Bali, untuk membantu menyederhanakan prosedur hukum.

Karena kontrak sewa bukan bagian dari kompetensi Badan Pertanahan Nasional (BPN), digital nomad tidak dibatasi aturan seberapa lama mereka dapat menyewa properti. Periode sewa dapat diperpanjang tapi pada praktiknya tidak dapat melebihi 25 tahun.

Batasan Memiliki Lahan bagi Digital Nomad di Bali 

Menurut Undang-Undang Indonesia, orang asing dapat membeli lahan atau properti untuk tujuan hunian, jika mereka memiliki izin tinggal resmi: KITAS atau KITAP

Properti yang dibeli digital nomad di Bali untuk dijadikan tempat tinggal harus memiliki nilai minimum: US$ 150,000 (IDR 2 miliar) untuk apartemen dan US$ 225,000 (IDR 3 miliar) untuk rumah tinggal.

Digital nomad asing dilarang membeli properti untuk tujuan bisnis atau investasi, kecuali mereka mendirikan PT PMA (Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing). 

Tempat Terbaik untuk Bekerja di Bali sebagai Digital Nomad

Ada banyak opsi untuk tempat Anda bekerja, tergantung di mana Anda tinggal. Ruang co-working tersedia di mana-mana di Bali. Namun, Anda perlu memilih ruang co-working secara saksama karena suasana ruang kerja dapat memengaruhi produktivitas. 

Cekidno menawarkan pilihan ruang co-working dan kantor pribadi dengan harga terjangkau, suasana produktif dan kesempatan membuat jaringan. Selain ruang co-working, Bali juga penuh dengan kafe yang menawarkan makanan dan kopi yang begitu lezat. 

Jadi, Anda pada dasarnya hanya perlu membuka laptop dan mulai bekerja segera sambil menikmati secangkir kopi. Kebanyakan kafe yang telah menjadi tempat favorit bagi para digital nomad untuk menghabiskan waktu di Bali dapat ditemukan di Seminyak, Ubud, Sanur, dan Canggu.

Tempat Terbaik untuk Bersenang-senang di Bali sebagai Digital Nomad

Alasan banyak digital nomad memilih Bali sebagai tempat mereka bekerja dan tinggal adalah gaya hidup yang seimbang. Digital nomad tak lupa untuk bermain dan mengikuti beragam kegiatan yang menyenangkan, menarik dan menyegarkan. 

Di pulau yang mengagumkan ini, digital nomad akan dapat menemukan banyak tempat menarik untuk berbagai kegiatan, seperti menyelam, berselancar, memanjat gunung, yoga dan meditasi serta kelas memasak. 

Jika Anda ingin mengenal lebih jauh tentang budaya Bali, Anda tentu harus mencoba Tari Kecak yang tersedia di Ubud atau Uluwatu. Bagi digital nomad yang lebih mencintai petualangan dan ekslporasi di alam, Anda dapat menghabiskan waktu di pulau-pulau terdekat, seperti Nusa Penida atau Nusa Lembongan. 

Anda ingin mendapatkan konten terbaik?
Subscribe ke newsletter kami!