4 Stereotip Tentang Bali untuk Dihindari dan Jalankan Bisnis Anda dengan Serius

Apakah Anda ke Bali untuk mencari jati diri, melangkah maju atau keluar dari zona nyaman? Anda mungkin telah mendengar ribuan cerita tentang pengusaha sukses yang menganggap Bali sebagai kunci untuk memulai bisnis yang akan bersinar terang.

Namun, yang belum pernah Anda dengar adalah cerita tentang menetapkan ekspektasi yang salah dan pengusaha putus asa yang meninggalkan Bali tanpa memperoleh sedikit pun keuntungan. 

Dalam artikel ini, kami akan membahas stereotip tentang Bali dan membantu Anda menetapkan ekspektasi yang sesuai. Beradalah di jalur yang tepat untuk memulai bisnis di Bali, atau pindah ke level yang lebih tinggi, dari hari pertama petualangan Anda di Bali. 

1. Gaya Hidup di Bali Membantu Melangkah Maju 

Benar, Bali adalah tempat yang penuh keajaiban dengan suasana bisnis yang positif serta tidak terbatasnya kesempatan yang ditawarkan. Tidak ada yang tampaknya tak mungkin di Bali, tetapi apakah Anda terlalu optimis? 

Untuk melangkah maju, Anda perlu dibekali dengan pengetahuan aktual tentang proses-proses bisnis dan kenyataan di Bali: kepadatan lalu lintas yang tak pernah berhenti, kecepatan internet serta batasan kepemilikan bagi orang asing hanyalah beberapa aspek kehidupan di Bali yang harus Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk pindah ke Bali.

2. Berpikir di Luar Negara Anda 

Banyak orang asing yang berharap dengan pindah ke Bali mereka dapat berpikir kreatif. Walaupun masuk akal bahwa ide baru datang secara alami di lingkungan yang baru, sangatlah lugu jika Anda berpikir bahwa ribuan ide dapat segera bermunculan di benak Anda segera setelah Anda mendarat di bandar udara Ngurah Rai di Bali. 

Bali telah sangat mengalami pengaruh asing, dan Anda mungkin tidak dapat merasakan perbedaan antara negara Anda dan pulau Dewata ini. Ingatlah bahwa ada jutaan orang asing datang ke Bali setiap tahunnya, dan Anda bahkan dapat secara tak sengaja bertemu dengan teman Anda di mana pun di Denpasar, terutama jika negara asal Anda adalah Australia atau Republik Ceko.

Untuk mendapatkan pola pikir "di luar kotak" yang tepat, Anda perlu meluangkan waktu untuk persiapan. Intovert sebaiknya mencari tempat yang sepi dan menyuguhkan pemandangan alam yang indah yang tidak dipenuhi turis, sementara extrovert dapat menghadiri beberapa acara bisnis dan seminar yang diselenggarakan di Bali.

Selain itu, siapa saja dapat menemukan tempat sempurna di dalam ruang-ruang kerja yang berlokasi di Bali, dan Anda dapat memilih untuk co-working dan membangun jaringan dengan sesama rekan pengusaha, atau Anda dapat menikmati kesendirian Anda bekerja di kantor pribadi. Pahami perbedaannya di sini

3. Hidup di Bali Mudah dan Menyenangkan 

Tidak selalu demikian. Miskonsepsi populer ini telah menyebabkan terjadinya serangkaian deportasi, orang asing yang masuk daftar hitam dan ratusan denda. Aplikasi visa, perpanjangan visa serta birokrasi menjadi mimpi buruk bagi mereka yang harus berhadapan dengan imigrasi lokal. Dan, pemerintah melakukan pemeriksaan yang jauh lebih ketat dari sebelumnya. 

Peraturan penting yang perlu diingat, jangan tinggal melebihi masa berlaku visa di Bali, menyogok pejabat di Bali atau mencoba melakukan visa-run satu hari ke Kuala Lumpur atau Singapura. 

Catatlah tanggal visa Anda habis masa berlakunya, ingatlah untuk melakukan perpanjangan dan jangan menetap dengan visa turis. Seandainya Anda terkena masalah visa, hubungi agen visa di Bali dan dapatkan solusi terbaik.

Untuk pencegahan, bisnis visa multiple entry atau visa sosial budaya menjadi opsi terbaik bagi orang asing yang ingin datang ke Bali. Pemilik bisnis visa dapat tinggal hingga 60 hari, dan visa sosial budaya mengizinkan Anda untuk berada di Indonesia selama 60 hari ditambah dengan perpanjangan 4 kali (masing-masing perpanjangan mendapatkan 30 hari). 

4. Bali adalah Surga bagi Bisnis Kecil dan Menengah 

Semakin banyak bisnis bermunculan di Bali setiap tahun, dan sekitar 50 persen bangkrut dalam beberapa bulan. Pada kenyataannya, ada begitu banyak orang yang bermimpi untuk menjalani kehidupan di Bali sehingga pasokan layanan melebihi permintaan, terutama saat bukan musim liburan. 

Jika Anda sungguh-sungguh ingin mencoba keberuntungan Anda dan datang ke Bali untuk memulai bisnis di pulau ini, pahami terlebih dahulu persyaratannya. Anda mungkin tidak menyadari adanya batasan serta beberapa sektor tidak terbuka atau terbuka hanya sebagian saja untuk orang asing, sehingga modal awal diperlukan atau tidak setiap perusahaan dapat mempekerjakan orang asing. 

Selain itu, riset pasar secara mendalam menjadi kunci kesuskesan bisnis Anda. Jangan meremehkan pentingnya riset pasar, banyak yang telah meremehkan. Industri pariwisata, agen wisata atau kelas bahasa Inggris mungkin terlihat sebagai pilihan yang mudah untuk memulai bisnis, tetapi kompetisinya sangat luar biasa. 

Catatan Akhir

Jangan menjadi patah semangat setelah membaca artikel ini. Wakaupun Bali adalah surga bisnis dan banyak orang asing terbang ke pulau ini untuk memulai bisnis, berhati-hatilah terhadap salah persepsi yang umum dan stereotip tentang Bali. 

Cara terbaik untuk sukses di pasar Bali adalah memhami kekuatan dan kelemahannya dan berkonsultasi dengan profesional yang memiliki pengetahuan mendalam akan pasar di Bali. Cekindo ada di sini untuk Anda.

Anda ingin mendapatkan konten terbaik?
Subscribe ke newsletter kami!