Bisnis dan Perbankan Indonesia

Indonesia sedang mengalami kemajuan dalam bidang ekonomi. Bisnis dan perbankan merupakan dua sector yang perkembangannya tergolong sangatlah cepat.

Lanskap Perbankan

Industri perbankan menjuarai hal reformasi dan framework. Salah satunya dikarenakan industry perbankan sangatlah terpusat. Disaat Bank Indonesia bertanggung jawab untuk menjaga kestabilitasan mata uang lokal, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) berperan sebagai pengawas sekaligus mengatur seluruh sektor, termasuk menjatuhkan sanksi kepada pihak yang pantas mendapatkannya.

The GTDT Market Intelligence Report juga menyediakan data bagi rencana utama OJK tahun 2015-2019, seperti meningkatkan kemandirian finansial, membantu perkembangan nasional serta meningkatkan peran industri ini agar kedepannya dapat memperkuat perkembangan ekonomi Indonesia.

Selain itu, Indonesia telah menerapkan perubahan besar seperti penggunaan rupiah di Indonesia berdasarkan Peraturan Mata Uang Asing. Dibawah peraturan ini, dan juga hukum valuta, seluruh transaksi finansial di Indonesia termasuk dengan pembayaran utang harus memakai mata uang rupiah. Mata uang rupiah juga harus menjadi dasar dalam pematokan harga untuk layanan dan barang.

Saat berbicara tentang keragaman sektor, menurt Expert.gov Indonesia memiliki lebih dari 1.700 bank, 115 diantaranya merupakan bank komersial dan sisanya merupakan bank pedesaan dan bank syariah. Bank-bank ini dapat berupa bank lokal, yang telah termasuk dengan miliki negara, atau milik asing, yang merupakan cabang internasional dan kerja sama (joint venture).

Sebagian besar dari aset bank terletak pada 4 bank, yang semuanya merupakan kepemilikan negara. Bank-bank ini adalah Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri.

Sementara itu, hampir 4 persen dari aset tersebut terletak pada bank-bank Syariah, dan Indonesia berencana untuk meningkatkan nilai tersebut hingga lebih dari 5 persen.

Menurut survei terkini dari PricewaterhouseCoopers, merupakan keputusan yang bijak untuk berinvestasi di Indonesia dikarenakan prospek pertumbuhan di negara ini sangat baik. Investor tentunya akan merasa lebih optimis pada kondisi pasar Indonesia. Margin yang tinggi, ukuran populasi serta penetrasi perbankan yang rendah menjadi 3 alasan utama untuk berinvestasi di dalam sektor perbankan Indonesia.

Industri ini juga menerima peningkatan kredit secara positif yang berasal dari Moody’s yang disebabkan oleh perbaikan kualitas aset, kelayakan kredit dan lingkungan beroperasi. Meskipun masih terdapat risiko yang perlu ditangani, termasuk kurangnya biro kredit dan meningkatnya popularitas perusahaan teknologi keuangan (FinTech).

Lanskap Bisnis

World Bank saat ini telah menempatkan Indonesia pada peringkat 91 dalam hal bisnis, Indonesia mengalami peningkatan sebesar 15 poin dari tahun 2016. Peningkatan ini khususnya terjadi pada proses pendirian bisnis, listrik serta pembayaran bajak. Namun, beberapa hal tersebut masih memerlukan peningkatan dalam proses mendapatkan izin konstruksi, penyelesaian insolvensi dan perlindungan investor minoritas. Proses mendapatkan izin konstruksi merupakan tantangan terbesar yang harus dilakukan Indonesia, jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan GDP sebesar 6 hingga 7 persen dalam 2 tahun ke depan.

Sebagai usaha untuk menarik lebih banyak investasi asing, pemerintah telah merevisi Daftar Investasi Negatif, membuka semakin banyak industri dan memudahkan persyaratan dalam hal tersebut. Di dalam sektor dimana Anda tidak perlu memiliki 100 persen kontrol, Cekindo dapat menyediakan berbagai pilihan seperti PT PMA, dan konsultan bisnis kami dapat membantu Anda untuk mendirikan bisnis Anda.

Sementara itu, berdasarkan Badan Pusat Statistik, pada tahun 2016, telah terdapat sekitar 26 juta bisnis di Indonesia, 4 juta diantaranya telah berada di pasar Indonesia selama 10 tahun lebih. Salah satu penyebab perkembangan ini adalah besarnya ukuran pasar Indonesia. Para ahli percaya bahwa Indonesia akan berada di antara 10 besar negara dengan ekonomi terbesar di duni pada tahun 2030.

Dapatkan Visa Bisnis Indonesia Anda Sekarang

Dengan pesatnya pertumbuhan dan maraknya industry ini, berinvestasi di Indonesia akan menjadi lebih menyenangkan. Namun sebelum Anda datang ke Indonesia, pastikan bahwa Anda memiliki jenis visa yang tepat untuk kedatangan Anda.

Cekindo membantu Anda untuk mendapatkan visa bisnis Indonesia secara cepat dan nyaman. Kami dapat memproses pendaftaran Anda dalam 3 langkah yang mudah. Kami bahkan dapat memproses pendaftaran visa ini selagi Anda masih berada di negara asal Anda. Kami juga menawarkan bantuan lainnya mulai dari pendirian perusahaan hingga operasi dan pemeliharaan perusahaan.

Untuk informasi berlanjut, kirimkan pesanan Anda disini.

 

Anda ingin mendapatkan konten terbaik?
Subscribe ke newsletter kami!