Mengapa Merek-Merek Dunia ini Gagal di Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai magnet bagi merek-merek internasional yang ingin melakukan ekspansi bisnis. Meskipun ekspansi dapat membawa keuntungan besar, ada banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan dan dihindari oleh merek-merek dunia serta merek-merek lain yang lebih kecil sebelum memutuskan untuk berekspansi ke Indonesia. 

Dari restoran hingga manufaktur mobil dan toko kebutuhan sehari-hari, banyak merek dunia melangkah terlalu cepat dan terantuk oleh banyak rintangan yang membuat mereka gagal di Indonesia. Kegagalannya pada umumnya disebakan oleh ketidakmampuan untuk memikirkan strategi pasar secara matang, dan malahan melakukan generalisasi pasar Indonesia yang beragam.

Di artikel ini, Anda akan melihat beberapa merek dunia terkenal yang gagal di Indonesia. Dan, yang terpenting, Anda dapat belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Raksasa-Raksasa yang Gagal di Indonesia

Walmart

Walmart tadinya memiliki toko di Pluit Village (sebelumnya Megamall Pluit). Alasan utama kegagalan Walmart adalah pelanggan memanfaatkan kebijakan pengembalian 30 hari hingga sampai pada titik di mana mereka bersikap sesukanya. Hasilnya, penjualan selalu rendah dan penduduk Indonesia tak memiliki daya beli tinggi seperti orang-orang Amerika.   

Seven-Eleven (7-11)

Popularitas yang lebih rendah dari ekspektasi serta konsep toko barunya di Indonesia lah yang menjadikan merek dunia yang satu ini gagal di pasar Indonesia. Di Indonesia, 7-11 menerapkan konsep sebagai toko yang menjadi tempat bagi generasi muda untuk berkumpul dengan fasilitas Wi-Fi gratis.

Toko ini berhasil menarik kalangan muda, tetapi kebanyakan dari mereka hanya membeli barang-barang yang tidak mahal, lalu duduk di toko dan memanfaatkan Wi-Fi gratis, tanpa membeli barang-barang lain. Penjualan menurun drastis, dan 7-11 akhirnya harus hengkang dari Indonesia.

Petronas

Berasal dari Malaysia, pada awalnya perusahaan bensin ini cukup sukses di Indonesia. Namun, konflik Indonesia dan Malaysia menyebabkan warga negara Indonesia berhenti membeli produk Malaysia, yang pada akhirnya berujung pada penutupan Petronas.

Ford, GM dan Chrysler

Tidak seperti merek mobil Jepang, merek automobile Amerika tidak mencicipi kesuksesan di Indonesia. Merek-merek ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap penjualan serta strategi pasar yang agresif. Namun, Indonesia memiliki pasar automobile yang cukup lemah bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, bahkan dengan populasi 260 juta jiwa. 

Meskipun mereka memasuki pasar Indonesia beberapa kali dalam setahun, mereka selalu didorong untuk keluar karena penjualan yang rendah dibandingkan di negara asal mereka. 

Nando’s

Nando’s pernah membuka toko di mal dan tak lama kemudian bernasib sama dengan merek-merek lain di atas. Merek ini gagal karena kebanyakan orang Indonesia lebih suka tempat makan ayam yang menawarkan menu dengan harga lebih terjangkau

Selain itu, di negara seperti Indonesia yang memiliki beragam rempah-rempah dan bumbu, opsi saus yang ditawarkan Nando's tidak cukup unik.

Yang Harus Bisnis Hindari di Indonesia 

Indonesia merupakan salah satu negara paling beragam di dunia. Anda bukan hanya harus berhadapan dengan perbedaan besar antara orang kaya dan miskin serta daya beli mereka, tetapi menargetkan semua penduduk pada saat bersamaan dihalangi oleh perbedaan agama, tradisi dan gaya hidup

Walaupun PDB Indonesia menunjukkan tanda pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun belakangan, Indonesia masih merupakan negara berkembang dan sebaiknya tidak didekati dengan cara yang digunakan untuk mendekati negara maju. Upah minimum di Indonesia berbeda-beda tergantung kawasan, dan lokasi bisnis Anda tentu menjadi keputusan strategis untuk Anda buat. 

Penduduk Indonesia cinta akan negaranya dengan perasaan kuat akan kesatuan dan dukungan terhadap merek lokal. Perusahaan yang menghina atau tidak menunjukkan nilai dan budaya tradisional akan segera mengalami kepahitan yang ditujukan terhadap produk dan layanan yang mereka tawarkan. Jangan lupakan bahwa peran penting media sosial di Indonesia yang dapat menghancurkan bisnis Anda atau menyebabkan penjualan Anda menurun hanya dalam beberapa hari saja. Salah satu contoh adalah CEO Bukalapak yang memberikan kicauan di Twitter yang menunjukkan dukungan terhadap komunitas LGBT di Indonesia.

Jadi, apa yang harus Anda hindari saat melakukan ekspansi ke Indonesia?

  1. Ingatlah bahwa yang berhasil di tempat lain belum tentu berhasil di Indonesia 
  2. Jangan pilih pasar terbesar tapi fokuslah pada segmentasi 
  3. Jangan pernah meremehkan dampak nilai trandisional dan budaya di Indonesia 

Ingin tahu lebih banyak? Beli bisnis dari Cekindo, dan kami akan senang bisa mendukung Anda dalam perjalanan bisnis Anda sehingga tidak gagal di Indonesia.

Anda ingin mendapatkan konten terbaik?
Subscribe ke newsletter kami!