Pahami dan Hindari Masalah dengan Agen Visa di Indonesia

Dari ibu kota hingga daerah pedesaan di Indonesia, jumlah wisatawan yang terus tumbuh ini dapat terlihat di banyak tempat di negara kepulauan yang indah ini, kapan pun itu. Selain pariwisata, banyak orang asing juga menganggap Indonesia sebagai negara yang menjanjikan untuk tinggal dan bekerja.

Pariwisata dan perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan luar biasa. Hasilnya, ada banyak yang disebut "agen visa" bermunculan, terutama di kawasan wisata seperti Bali. Ini bukan kabar baik bagi perkembangan pariwisata dan keuntungan bagi orang asing di Indonesia. 

Dalam artikel ini, kami berbagi pengalaman para klien kami dan mencoba menyelesaikan masalah yang muncul saat mereka beroperasi di pasar Indonesia. Ternyata, "agen visa" tak tepercaya menyebabkan banyak masalah bagi turis dan orang asing, dan konsultan profesional berperan sangat penting dalam aplikasi visa.

1. Paspor yang Tidak Dikembalikan

Dalam kebanyakan kasus, paspor Anda akan dikembalikan begitu aplikasi visa diproses dan berhasil, hanya jika agen visa Anda bukan penipu. 

Jika Anda kurang beruntung dan agen visa pilihan Anda ternyata curang, Anda mungkin tak akan pernah bisa mendapatkan paspor Anda kembali setelah mengajukan visa atau memperpanjang visa. Ada kemungkinan besar bahwa mereka akan hilang begitu saja setelah mendapatkan pembayaran dari Anda. 

Paspor yang dicuri dari korban seperti Anda bisa dijual untuk aktivitas ilegal. 

2. Mengajukan Jenis Visa yang Salah

Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan agen visa tak berpengalaman dan tak memiliki kualifikasi, yang tidak memahami hukum imigrasi di Indonesia. Mereka tidak memiliki pengetahuan cukup untuk membedakan berbagai jenis visa dan mungkin pada akhirnya membantu Anda mendapatkan jenis visa yang salah.

Misalnya, banyak agen visa yang tak paham perbedaan antara VoA (Visa on Arrival) dan bebas visa di Indonesia. Bebas visa bisa Anda dapatkan untuk 30 hari, tetapi tidak dapat diperpanjang. Sementara itu, VoA dapat diperbarui. 

3. Kurangnya Informasi tentang VoA 

Jika Anda mengajukan VoA melalui salah satu agen visa online tidak berpengalaman sebelum Anda tiba di Indonesia, Anda mungkin tidak mendapatkan informasi penting yang Anda perlukan untuk memperoleh visa. Salah satu contohnya adalah Anda mungkin akan ditolak masuk di beberapa bandar udara jika bandar udara kedatangan Anda tidak menerbitkan VoA. Hanya ada 20 bandar udara di Indonesia yang dapat menerbitkan VoA.  

  1. Banda Aceh – NAD, Sultan Iskandar Muda
  2. Medan-Sumatera Utara, Polonia
  3. Pekanbaru-Riau, Sultan Syarif Kasim II
  4. Batam-Kepulauan Riau, Hang Nadim
  5. Padang-Sumatera Barat, Minangkabau
  6. Palembang-Sumatera Selatan, Sultan Mahmud Badaruddin II
  7. Jakarta-DKI Jakarta, Soekarno-Hatta
  8. Jakarta-DKI Jakarta, Halim Perdana Kusuma
  9. Bandung-Jawa Barat, Husein Sastranegara
  10. Yogyakarta-Jawa, Adi Sucipto
  11. Semarang-Jawa Tengah, Ahmad Yani
  12. Surakarta-Jawa Tengah, Adi Sumarmo
  13. Surabaya-Jawa Timur, Juanda
  14. Pontianak-Kalimantan Barat, Supadio
  15. Balikpapan-Kalimantan Timur, Sepinggan
  16. Manado-Sulawesi Utara, Sam Ratulangi
  17. Makasar-Sulawesi Selatan, Hasanuddin
  18. Denpasar – Bali, Ngurah Rai
  19. Mataram-NTB, Selaparang
  20. Kupang-NTT, El Tari

Anda mungkin berpikir bahwa bebas visa bisa menjadi alternatif jika Anda tidak bisa mendapatkan VoA di bandar udara yang tidak menerbitkan visa tersebut. Namun, kasusnya tidak seperti itu karena Anda tetap akan dikirim kembali ke negara asal Anda jika negara Anda tidak termasuk di dalam daftar negara yang memenuhi syarat untuk bebas visa. Saat ini, hanya ada 169 negara yang memenuhi syarat untuk bebas visa.

4. Proses Visa yang Panjang 

Karena tidak semua agen visa diatur di Indonesia, ada kemungkinan besar Anda bertemu agen visa tak tepercaya. Agen visa palsu ini tentu tidak paham akan regulasi visa dan mungkin butuh waktu lama memahami persyaratan visa sehingga proses aplikasi atau pembaruan visa Anda menjadi sangat lama. 

Satu hal berdampak ke yang lain, dan Anda akan tinggal melebihi batas waktu visa di Indonesia karena visa Anda sudah kadaluwarsa, namun dibilang sedang dalam proses pembaruan.   

5. Tidak Disediakan Sponsor Visa 

Untuk perpanjangan visa sosial budaya, Anda perlu sponsor. Penasihat bereputasi akan dapat memberikan bantuan sponsor. Namun, agen visa tidak jujur dan kurang berpengalaman tidak akan dapat melakukannya karena mereka tidak paham detail hukum imigrasi di Indonesia, seperti peraturan domisili sponsor visa.

Cekindo adalah Konsultan Visa Tepercaya Anda 

Jika Anda merasa bahwa agen visa di Indonesia yang Anda pilih bersikap curang, Anda lebih baik mencari lagi agensi profesional dengan banyak pengalaman di pasar Indonesia. Cekindo telah menjadi konsultan visa selama lebih dari 7 tahun di Indonesia dan berjumpa dengan banyak klien yang mengalami ketidakberuntungan akibat ketidakjujuran agen visa mereka.

Kita semua tahu bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan, gunakan layanan Cekindo untuk menghindari masalah yang mungkin timbul saat mengajukan atau memperpanjang visa Anda di Indonesia. Kami menyediakan sponsor visa dari kantor kami di Jakarta, Semarang dan Bali. 

Anda ingin mendapatkan konten terbaik?
Subscribe ke newsletter kami!